Kritik & Saran

Pendaftaran Online

Petunjuk Jalan

KONFUSIO AKUT

 

Suatu visite pagi, seorang dokter spesialis penyakit dalam dikejutkan oleh informasi dari keluarga pasien yang berkata “ dokter, mulai dari kemarin sore, kok ibu saya bicaranya ngaco ya?”, setelah dilakukan pemeriksaan, sang dokterpun berkata kepada keluarga pasien tersebut,” bu, eyang kemungkinan terkena konfusio, akibat penyakit berat yang di deritanya”. Giliran si ibu yang bertanya dengan mendetil kepada sang dokter,” apakah konfusio itu dok?”, kemudian sang dokterpun menerangkannya dengan panjang lebar.

Nah, mengenai konfusio akut,kita perlu mengenal definisi konfusio, yaitu suatu akibat gangguan menyeluruh fungsi kognitif, yang ditandai oleh memburuknya derajat kesadaran dan kewaspadaan secara mendadak serta terganggunya proses berpikir yang berakibat terjadinya disorientasi. Beberapa istilah lain dari konfusio akut antara lain keadaan konfusio toksik, delirium akut, sindroma otak akut, gagal otak akut, dan sindroma psiko-organik akut. Keadaan konfusio akut pada usia lanjut bisa merupakan satu satunya gejala dari penyakit serius yang di derita.

 

PENYEBAB KONFUSIO AKUT

Metabolisme otak tergantung pada jumlah glukosa dan oksigen yang mencapai otak, dan berbeda dengan organ lain yang mempunyai tempat penyimpanan yang cukup, sehingga metabolisme otak bergantung pada pasokan sirkulasi darah. Hal ini tampak sangat mencolok pada pasien usia lanjut.

 

Berbagai penyebab Konfusio Akut

  1. Penyakit Serebral
  1. Penyakit Intra Serebral
  1. Encephalopathy hipertensi ( penurunan kesadaran akibat tekanan darah yang sangat tinggi )
  2. Oedema serebral ( bengkak pada otak )
  3. Lesi desak ruang, yang cepat membesar
  4. Hydrocephalus
  5. Meningitis/encephalitis ( radang selaput otak )
  6. Penggunaan obat sedatif/transquilizer/hipnotik berlebihan ( penenang )

 

  1. Penurunan pasokan nutrisi serebral
  1. Penyebab kardiovaskuler ( serangan jantung akut, kelainan irama jantung, gagal jantung, endokarditis )
  2. Penyebab respiratorik ( infeksi paru, emboli paru, penyakit paru obstruktif, abses paru, pneumothorax, bronkiectasis )
  3. Iatrogenik dan sebab lain ( perdarahan, anemia, gula darah yang rendah, keracunan, obat penurun tekanan darah )

 

  1. Penyebab ekstra serebral
  1. Penyebab toksik ( infeksi, alkoholisme )
  2. Kegagalan mekanisme homeostatik ( ketoasidosis diabetik, asidosis laktat, gula darah rendah, gagal hati, gangguan elektrolit, seperti natrium dan kalium yang rendah, kalium yang tinggi, suhu tubuh yang terlalu rendah, dehidrasi, hipertiroidisme, miksedema )
  3. Lain-lain ( hambatan pengeluaran urine, nyeri hebat, kebutaan, insomnia, depresi, obat-obatan )

 

  1. Penyebab Iatrogenik ( tak diketahui )

 

GAMBARAN KLINIK

Gambaran klasik penderita berupa kesadaran berkabut, disertai dengan derajat kewaspadaan yang berfluktuasi. Gangguan memori jangka pendek, mungkin disertai dengan gangguan mengingat memori jangka panjang, serta halusinasi atau misinterpretasi visual.

 

Kriteria disgnostik konfusio akut (menurut American psychiatric Association, 1999 )

  1. Gangguan kesadaran ( penurunan atas kewaspadaan akan lingkungan, dalam hubungannya dengan penurunan kemampuan untuk memfokuskan, mempertahankan atau mengalihkan perhatian.
  2. Perubahan kognitif ( misal defisit memori, disorientasi atau gangguan bahasa) atau timbulnya suatu gangguan perseptual yang tidak bisa dijelaskan dengan adanya suatu dementia yang mendasari atau yang sedang dalam perkembangan.
  3. Timbulnya suatu gangguan selama periode pendek ( dalam hitungan jam atau hari ) dengan kecenderungan berfluktuasi sepanjang hari
  4. Bukti anamnesis, pemeriksaan fisik atau pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan bahwa gangguan tersebut di sebabkan oleh :
  1. Kondisi medis umum
  2. Intoksikasi suatu substansi, efek samping, atau penghentian substansi tersebut

 

Terdapat 2 tipe penampilan konfusio akut :

  1. Hiperaktif ( perilaku mengulang-ulang, halusinasi, mengembara ( inginnya meninggalkan tempat tidur terus ), agresi verbal dan fisik
  2. Hipoaktif ( tenang, menarik diri,sehingga seringkali didiagnosa sebagai depresi )

 

Konfusio merupakan akibat dari suatu diagnosis penyakit, sehingga diperlukan kecepatan mendiagnosis penyebab konfusio tersebut, mulai dari :

  1. Anamnesa yang baik
  2. Pemeriksaan fisik yang teliti
  3. Pemeriksaan penunjang, sperti darah rutin, gula darah, fungsi ginjal, fungsi hati, elektrolit, kadar oksigen dalam darah, enzim jantung, EKG, rontgen thorax, dan pemeriksaan lain yang sesuai dengan indikasi.

 

Terapi medikamentosa diberikan sesuai dengan dapatan diagnosis, dan biasanya pengobatan yang tepat akan membuahkan hasil dan memulihkan kesadaran penderita.

 

Obat yang berhubungan dengan konfusio akut

Jenis obat

Jenis obat

Amantadin

Gula darah yang rendah

Obat anti kolinergik

Anti parkinson

Anti konvulsan

Atropin

Anti depresan

Analgesik kerja sentral

Anti histamin

Opiat

Digoksin, INH

Sedatif dan penenang

 

 

 


dr. Yohanes Mada Suprayogi, Sp.PD


© 2018 RS Panti Wilasa Citarum Semarang. All rights reserved