Kritik & Saran

Pendaftaran Online

Petunjuk Jalan

DEMAM TIFOID (TIFUS) PADA ANAK

 

Demam tifoid, tifus atau typhoid adalah penyakit infeksi yang paling sering dicemaskan bila saat seseorang menderita panas. Memang setiap tifus selalu terjadi manifestasi demam tetapi tidak semua demam harus didiagnosis tifus, justru penyebab paling sering demam adalah infeksi virus. Deteksi dan diagnosis tifus relatif tidak mudah karena pada awalnya manifestasi klinis penyakit ini tidak khas dan mirip berbagai penyakit lainnya. Apalagi pemeriksaan laboratorium yang sering dipakai saat ini tidak sensitif atau sering mengalami bisa untuk mengenali tifus.

Demam tifoid, atau typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi. Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja. Demam jenis ini dapat dengan mudah menular melalui makanan yang terkontaminasi oleh kontak dengan penderita thypoid. Penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala antara lain demam yang sangat tinggi, berkeringat, dan diare. Tifus merupakan salah satu penyakit yang masih menjangkiti Negara-negara berkembang seperti Indonesia.

 

Penyebab demam tifoid pada anak

Demam tifoid disebabkan oleh jenis salmonella tertentu yaitu s. Typhi, s. Paratyphi A, dan S. Paratyphi B dan kadang-kadang jenis salmonella yang lain. Demam yang disebabkanoleh s. Typhi cenderung untuk menjadi lebih berat daripada bentuk infeksi salmonella yang lain. Salmonella merupakan bakteri batang gram negatif yang bersifat motil, tidak membentuk spora, dan tidak berkapsul. Kebanyakan strain meragikan glukosa, manosa dan manitol untuk menghasilkan asam dan gas, tetapi tidak meragikan laktosa dan sukrosa. Organisme salmonella tumbuh secara aerob dan mampu tumbuh secara anaerob fakultatif. Kebanyakan spesies resistent terhadap agen fisik namun dapat dibunuh dengan pemanasan sampai 54,4º C (130º F) selama 1 jam atau 60 º C (140 º F) selama 15 menit. Salmonella tetap dapat hidup pada suhu ruang dan suhu yang rendah selama beberapa hari dan dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu dalam sampah, bahan makanan kering, tinja.

Telah diketahui bahwa thypoid merupakan sebuah penyakit yang bisa menular melalui kontak dengan penderita. Sehingga, jika anak tidak terbiasa mencuci tangan, maka bukan tidak mungkin ia akan mudah terkena demam thypoid.

Penyebaran melalui lalat. Bisa saja makanan yang telah dimakan oleh anak terkena lalat yang baru kontak dengan penderita tifus. Jika hal tersebut terjadi, dan makanan yang ada dikosumsi oleh anak, maka sudah barang tentu anak tersebut akan menderita demam thypoid.

Kurangnya daya tahan tubuh. Nutrisi yang tinggi tentu saja amat dibutuhkan oleh seorang anak dalam rangka menciptakan daya tahan tubuh tinggi. Anda akan menemukan seorang anak mampu bertahan karena ia mempunyai daya tahan tubuh yang cukup kuat untuk menangkal penyakit.

 

Gejala demam thypoid ( tifus ) pada anak

Masa inkubasi penyakit ini  rata-rata 7 sampai 14 hari. Manifestasi klinik pada anak umumnya bervariasi antara lain :

Jika tidak dilakukan pengobatan dengan cepat, maka demam thypoid pada anak dapat menyebabkan demam yang sangat tinggi, sembelit pada tingkat yang parah, diare, penurunan berat badan yang ekstrem, dan perut buncit. Pada tahap akhir penyakit ini, penderita bisa berbaring tidak berdaya dengan igauan yang terus menerus. Namun setelah minggu keempat, maka perbaikan kesehatan akan mulai datang dan demam menurun.

 

Diagnosis

Ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis dan pemeriksaan laboratorium penunjang. Sampai dengan saat ini masih dilakukan penelitian terus menerus untuk mendapatkan metode diagnostik terbaik. Beberapa metode diagnostik yang masih digunakan di rumah sakit antara lain : pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan bakteriologis dengan isolasi dan biakan kuman, ujiserologis.

Diagnosis pasti demam tifoid jika ditemukan adanya kuman Salmonella Typhi dalam darah, urine, tinja, sumsum tulang. Hasil biakan kuman positif memastikan adanya kuman S.Typhi tetapi jika hasilnya negatif tidak menyingkirkan demam tifoid.

 

Pengobatan :

Secara prinsip dibagi menjadi 2 :

  1. Istirahat tirah baring disertai pemberian diit rendah serat, menjaga kebersihan dan mencegah penularan penyakit ke lingkungan sekitarnya.
  2. Pemberian obat-obatan antibiotik golongan kloramfenikol, sefalosporin generasi ke III, jika diperlukan diberikan pengobatan kombinasi pada tifus yang sudah mulai resisten dengan pengobatan yang lazim.

dr. Susetyo, Sp.A


© 2018 RS Panti Wilasa Citarum Semarang. All rights reserved