Kritik & Saran

Pendaftaran Online

Petunjuk Jalan

PENDAHULUAN

Penyakit Parkinson pertama kali digambarkan tahun 1817 oleh James Parkinson, seorang dokter di London.Parkinson merupakan kumpulan dari kondisi yang disebut movement disorder. Gejalanya digambarkan dengan tremor saat istirahat, postur diam, dan kecenderungan untuk berubah dari berjalan menjadi seperti berlari,sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan dasar gerakan, fisik, pekerjaan, dan komunikasi /bicara.

Gangguan ini diakibatkan oleh hilangnya kontrol otak pada gerakan yang disadari. Hal ini disebabkan berkurangnyasubstansiDopamin ( neurotransmitter diotak) yang berfungsi menyampaikan sinyal dari substansia nigra ke bagian otak (putamen, caudatus, dan globus pallidus) yang mengendalikan pergerakan, keseimbangan, dan koordinasi, pada otak orang dengan penyakit parkinson, sel yang menghasilkan substansi penting ini mengalami kematian lebih cepat daripada kondisi normal.

Penyakit Parkinson merupakan penyakit degenerasi saraf yang progresif dimana terjadi pada 128-187 orang per 100.000 orang. Insiden terjadinya penyakit parkinson meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Intervensi dilakukan diantaranya rehabilitasi di samping pengobatan farmakologis anti-Parkinson.Rehabilitasi medik difokuskan pada gangguan / gejala neurologis, keterbatasan fungsional (misalnya, berjalan, naik tangga, meraih, menggegam), dan ketidakmampuan (misalnya, hobi, olahraga, kegiatan sosial) yang terdiri darilatihan mobilisasi, latihan berjalan, pelatihan kegiatan sehari-hari, terapi relaksasi dan latihan pernapasan. Tujuan lain rehabilitasi medik adalah untuk mendidik individu (serta pasangan dan keluarga) tentang proses penyakit dan manfaat program rehabilitasi medik.

Kelangsungan hidup penderita parkinson telah meningkat secara substansial selama tiga dekade terakhir. Perkiraan rata-rata kelangsungan hidup pada penderita parkinson adalah lebihdari15 tahun,danbeberapa kasus penyakit parkinson dapat  bertahan lebih lama.

 

KLASIFIKASI

                Parkinson kadangmempunyaipenyebab yang tidak dapat diidentifikasi (idiopatik), atau dapat berhubungan dengan gangguan degenerasisarafatau akibat dari suatu penyebab yang dapat diindentifikasi,  parkinson dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Parkinson primer atau Parkinson ideopati
  2. nyatidakdapat diidentifikasikan, meskipun penyebab pasti dari Parkinson tidak diketahui, faktor lingkungan dan genetik dianggap telah terlibat.
  3. Parkinson sekunder
  4. bnya yang dapat diidentifikasi (misalnya, virus, obat-obatan neuroleptik, pembuluh darah, racun, tumor, metabolik.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kebanyakan pasien Parkinson telah kehilangan 60 - 80 % atau lebih dari sel-sel yang memproduksi dopamin di substansia nigra pada waktu gejala muncul.

               

MANIFESTASI KLINIS

                Gejala awal dari penyakit parkinson dapat bersifat nonspesifik ditandai dengan kelelahan /fatique, berkurangnya energi, kekakuan pada sendi, kram pada otot,atau gangguan sensori yang tidak jelas. Gangguan tonus /distonia pada satu sisiataukeduasisi anggota gerak, Menyeret satu kaki atau tersandung setelah berjalan. Pasien membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu pasien juga lebih lama dan membutuhkan tenaga yang lebih untuk menulis dengan tulisan yang kecil (micrographia),pasien juga mengeluh suaranya menjadi parau dan menjadi pelan(hypophonia)terutama setelah bicara beberapa saat. Dibawah ini adalah gejala utama dari Penyakit Parkinson yang penting diketahui yaitu:

Tremor adalah gejala yang paling umum timbul pada penyakit Parkinson. Setidaknya 70% pasien mengeluhkan tremor sebagai gejala yang paling awal. Awalnyatremor biasanya pada satu tangan saja, kemudian berlanjutke tangansisi yang laindanmelibatkan anggotagerak bawah. Biasanya tremor berkisar 3-5 Hz dan gerakan “pill rolling” pada ibu jari dan jari telunjuk ketika tangan sedang istirahat.

Rigiditas merupakan peningkatan tahanan terhadap regangan pasif. Tahanan ini hampir sama, baik pada otot agonis dan antagonis dan biasanya hampir sama sepanjang dari lingkup gerak sendi. Rigiditas biasanya asimetris pada awal penyakit parkinson, biasanya sering timbul pada satu atau kedua pergelangan tangan dan leher. Rigiditas dapat menjadi pencetus untuk terjadinya keterbatasan lingkup gerak sendidan kontraktur.Rigiditas ini bisa dalam bentukterus menerus atau patah-patah seperti “cogwheel”(roda)

Bradikinesia digambarkan sebagai perlambatan dari gerakan yang disadari dan gerakanmenjadiburuk, akinesiaatautidakadanyagerakan merupakan lanjutan dari bradikinesia. Bradikinesia dapat muncul dibeberapa bagian tubuh yang berbeda,timbul pengurangan frekuensi dari kedipan mata dan ketika mengenai otot-otot wajah maka akan tampak muka seperti topeng yang disebut juga hipomimia.ekspresi wajahberkurang. Hypophonia atauberkurangnyasuaramerupakan gejala dari bradikinesia pada respirasi dan otot pita suara.Bradikinesia ini dapat menyebabkan kesulitan dalam merubah arah ketika berjalan, kesulitan ketika melewati benda atau hanya kesulitan saat berdiri.

Postural Instabilityatau Ketidakstabilan posturadalah gangguan yang signifikan dari reflek postur, sangat jarang pada awal Penyakit Parkinson dan biasanya timbul setelah lima tahun dari onset gejala. Meskipun demikian gangguan berjalan dan postural instabilitydapat muncul pada awal Penyakit Parkinson, terutama pada pasien dengan onset usia tua.

Gejala dan tanda yang lain dari penyakit Parkinsonadalahgangguanmenelan, gangguan bicara,depresi, halusinasi, demensia, sensasi pengecapan, gangguan berkemih,konstipasi, gangguan seksual.

 

DIAGNOSIS

                Penyakit parkinson didiagnosa secara klinis berdasarkan kurangnya dari neuroimaging atau biomarker dari penyakit. Diagnosa pasti dari parkinson dapat dibuat secara patologis, tetapi ada beberapa kriteria klinis khusus yang telah diusulkan untuk mendiagnosa parkinson. Kriteria yang paling umum digunakan adalah kriteria klinis dariUK Brain Bank Criteria.Kriteria klinis ini memasukkan adanya bradikinesia dan menambahkan beberapa gejala tambahan baik rigiditas, tremor istirahat atau ketidakstabilan postur.

 

PROGNOSIS

Parkinson sendiri bukanmerupakan penyakit fatal, perkembangan gejala parkinson dapat berlangsung 20 tahun atau lebih tetapi dapat menjadi lebih buruk dengan waktu, dalam tahap akhir penyakitnya dapat menyebabkan komplikasi seperti tersedak, pneumonia, dan jatuh yang dapat menyebabkan kematian.

REHABILITASI MEDIK PADA PARKINSON

                Upayarehabilitasi pada Penyakit Parkinson bermaksud untuk memberikan bantuan fisik dan psikososial yang membantu untuk mengurangi komplikasijangka panjang dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup. Rehabilitasi tidak bisamenghentikan atau membalikkan sifat progresif PenyakitParkinson tetapi mungkin memperlambat kecacatan dalam perjalanan penyakitnya, terapi fisik, terapi okupasi dan terapi wicara adalah andalan rehabilitasi pada penyakit Parkinson yang dilengkapi dengan spa, musik dan terapi olahraga.

                Terapi rehabilitasi ini dapat berkisar perubahan dari feksibilitas dari postur, kesulitan dalam berjalan dan keseimbangan, bangkit dari duduk dan bangkit dari tidur, edukasi dari pencegahan resiko jatuhyang pentingbagi keselamatan pasien

 

Gangguan postur

                Pada penyakit parkinson, posturseringterganggudimanamengambil posisi yang lebih merosot dengan protraksibahu, dan pinggul dan lutut menekuk. Refleks postural umumnya terdapat penyakit Parkinson, yang dapat mengakibatkan kecenderungan untuk jatuh ke belakang atau ke samping.

Parkinson dapat memanifestasikan dirinya dalam berbagai cara yang dapat menyebabkan kecacatan. Pasien dengan penyakit Parkinson memiliki prevalensitinggiterjadinya penyakit paru baik obstruktif dan restriktif. Hilangnya fleksibilitas otot ditambah dengan postur kifosis yang dirasakan oleh beberapa orang untuk berkontribusi pada gangguan pernafasan.

Latihan postur dilakukan dengan meminta pasien untuk merasakan gerakan, kontraksi maupun relaksasi otot punggung. Dapat dengan bantuan baik verbal dari pelatih maupun visual dengan menggunakan cermin.

Prosedur latihan koreksi postur sebagai berikut :

  1. Melatih ekstensi aksial untuk mengurangi forward-head postur

Pasien berada diposisi duduk atau berdiri, kedua lengan rileks disamping. Pelatih menyentuh dengan lembut bagian antara bibir dan hidung, lalu minta pasien untuk mengangkat kepalanya dan menjauh dari jari pelatih. Secara verbal pelatih menginstruksikan bentuk gerakan yang benar yaitu membawa dagudan meluruskan spinal.

  1. Melatih retraksi skapula

Pasien berada di posisi duduk atau berdiri. Untuk isyarat taktil dan proprioseptik, dengan lembut melawan gerakan dari sudut inferior skapula dan minta pasien untuk retraksi. Pasien sebaiknya tidak mengangkat kedua bahunya

  1. Melatih pelvic-tilt

Pasien berada diposisi duduk, lalu berdiri dengan punggung membelakangi dinding. Setelah pasien belajar melakukan pelvic tilt, mintalah untuk mengontrol gerakan pelvis dan spinal lumbal dengan merubah bentuk punggung sangat lordosis menjadi sangat datar lalu kembali ke lordosis ringan. Tunjukkan bahwa tangan seharusnya sangat mudah untuk diselipkan diantara punggung dan dinding dan pasien dapat merasakan tangannya ada diantara punngung dan dinding.

  1. Melatih kontrol toraks dan spinal torakal

Pasien berada diposisi berdiri. Saat pasien sedang dalam keadaan lordosis ringan (seperti no 3) minta pasien untuk menarik nafas dan mengangkat iga-iganya (ekstensi spinal). Pandu pasien untuk membentuk postur seimbang bukan postur yang berlebihan.

 

Gangguan gait (jalan) dan keseimbangan

Pasien dengan penyakit parkinson cara berjalannya cenderung kaku, dengan beberapa gerakan ekstra dan berkurangnya ayunan pada lengan. Pada beberapa pasien, fenomena festination terjadi, di mana langkah yang pendek, menyeret langkah menjadi lebih cepat.

Peningkatan cara berjalan dengan menggunakan penanda di lantai (marker),Dimana penanda ini membantu pasien untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dari berjalan.Thaut et all (1996) dan McIntos et al (1997) menyarankan Rhytmic Auditory Stimulation (RAS) dalam upaya untuk meningkatkan kecepatan berjalan. Pengobatan didasarkan pada program pelatihan dirumah yang membutuhkan subyek untuk memodulasi kecepatan mereka berjalan dengan ketukan metronom dimasukkan ke musik instrumental berirama disampaikan oleh kaset audio. dengan RAS menunjukkan kecepatan jalan yang lebih besar jugadapat meningkatkan panjang langkah

Latihanharus dimulai sejak awal dari penyakit. Sehingga ini memudahkan pasien untuk lebih mengenal dengan teknik ini untuk mencegah jatuh.

 

Teknik untuk meningkatkan keseimbangan

Sebuah tantangan penting dalam rehabilitasi pasien dengan Penyakit Parkinson adalah untuk mencapai keseimbangan yang cukup dan untuk menghindari jatuh. Latihan keseimbangan sering didasarkan pada latihan menggunakan modalitas dengan sokongan yang berubah-ubah (contoh : dengan atau tanpa pegangan manual) dan permukaan (contoh: busa, papan datar bergerak).

 

Evaluasi untuk postural stability:

Pendekatan baru-baru ini dikembangkan (Jöbges et al., 2004) untuk meningkatkan stabilitas postural berdasarkan eksekusi berulang manuver tarik-test (pull-test maneuver). Dalam teknik ini pasien dimiringkan ke belakang dan ke samping oleh terapis dalam rangka untuk memulihkan pengembalian keseimbangan aktif.

MIRT ( Multidisciplinary Intensive Rehabiliation Treatment) sangat efektif untuk menangani pasien parkinson dalam masalah jalan dan keseimbangan.(19)

MIRT melibatkan profesional yang berbeda: dokter spesialis rehabilitasi medik, dokter spesialis saraf, ahli fisioterapi, okupasi terapis, perawat, psikolog, dan ahli gizi. rehabilitasi pengobatan diberikan setiap hari dalam sesi yang berbeda.

Sesi pertama terdiri kardiovaskular kegiatan pemanasan, latihan relaksasi, otot-peregangan (scapular, hipfleksor, hamstring, dan otot gastrocnemius), latihan untuk meningkatkan jangkauan gerak tulang belakang, panggul dan skapularis sendi, dan latihan untuk meningkatkan fungsi perut otot dan perubahan postural dalam posisi terlentang.(19)

Sesi kedua latihan termasuk untuk meningkatkan keseimbangan dan gaya berjalan menggunakan sebuah stabilometricplatform dengan isyarat visual dan pelatihan treadmill yang terkait dengan isyarat auditori dan visual (treadmill plus).

Alat bantu,Beberapa pasien Parkinson memerlukan untuk membantu keamanan dari jalan mereka. walkerdanquad canes tidak terlalu membantu pada pasien dengan Penyakit Parkinson karena alat ini memerlukan multitasking. Four-wheeled rolling walkerdengan roda dan rem tangan serta tempat duduk adalah lebih baik pada pasien penderita parkinson. Dengan dasar yang luas disertai roda depan yang dapat berputar membuat pergerakan lebih mudah, selain itu dengan rem tangan memberikan kontrol lebih dan dapat membantu untuk pasien dengan festinate gait. Sedangkan tempat duduk dapat menjadi tempat untuk istirahat untuk pasien yang mudah lelah dan yang mana periode off nya tidak dapat diduga. Walker ini juga dapat berfungsi sebagai eksternal cue, sehingga penderita dapat menggunakannya sebagai target berjalan. Ketika ambulasi yang aman dengan walker tidak mungkin lagi, kursi roda bermotor dan shcooter dapat memberikan alternatif pasien sebagai sarana alternatif mobilitas. Sangat perlu diketahui bahwa tidak semua penderita aman untuk memakai kursi roda bermesin atau scooter. Pada kondisi ini pendamping pasien perlu mendorong pasien dengan kursi roda manual.(2)

Untuk membantu keseimbangan pada penderita parkinson maka perlu dilakukan pelatihan dalam strategi baru yang sangat penting karena tugas yang sederhana seperti gerakan meraih benda di lemari dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan.

Bagian yang terakhir adalah sesi terapi okupasi dengan bertujuan meningkatkan dalam kegiatan hidup sehari-hari, transfer dari duduk ke berdiri, berguling dari telentang menjadi duduk dan dari duduk ke telentang, berpakaian, penggunaan alat-alat, dan latihan untuk meningkatkan fungsi tangan dan keterampilan (misalnya, menggunakan sekrup dan baut).

Strategi gerakan kognitif (cognitive movement strategies) pada Parkinson, diterapkan strategi gerakan kognitif karena dapat meningkatkan performa dari transfers. Dalam strategi ini, kompleks gerakan otomatis diubah menjadiserangkaian bagian gerakan yang akan dilakukandalam urutan yang tetap. Semua elemen terdiri dari komponengerakan yang relatif sederhana.

Strategi gerakan baru untuk mengurangi kehilangan keseimbangan

Aktivitas

Strategi gerakan baru

Meraih pada lemari yang tinggi didapur atau kamar mandi

-Berdiri sedekat mungkin dengan lemari sebelum meraih (jaga kaki tetap lebar dansatu kaki sedikit lebih didepan, berpegangan pada meja atau pinggir bak dengan satu tangan dimana tangan lainnya meraih benda.

-Jika harus jinjit untuk meraih benda artinya itu terlalu tinggi. Bawa benda ke tempat atau rak yang lebih rendah atau menyimpannya di meja

-Gunakan tongkat peraih untuk benda ringan ditempat yang tinggi, seperti kotak cereal

-hindari menggunakan bangku

-jika memungkinkan geser benda sepanjang meja bukan membawanya

Membuka dan menutup pintu, oven, microwave atau lemari pendingin

-jangan berdiri langsung didepan pintu. Berdiri pada sisi samping pada sebelah kanan dari sudut pintu. Ini akan menjaga untuk melangkah ke belakang

-jaga kaki tetap lebar

-letakkan satu tangan pada tepi meja atau dinding

-menggeser berat badan Anda dari depan ke belakang untuk membantu membuka pintu. Menggeser berat badan dari belakang ke depan untuk menutup pintu.

Meraih ke depan lemari atau meraih benda

-jangan meraih kedepan ketika berjalan

-berdiri sedekat mungkin dengan benda sebelum meraih

-jaga kaki terbuka lebar dan salah satu kaki sedikit didepan

-jaga keseimbangan dengan satu tangan pada dinding. Jika harus condong kedepan artinya belum terlalu dekat dengan benda.

-pemindahan benda biasanya diperlukan untuk menyimpannya lebih rendah dan mudah dijangkau

-jaga lantai disekitarnya bebas dari benda-benda.

Mengambil benda dari lantai atau mengeluarkannya dari lemari

-gunakan tongkat peraih

-memindahkan barang yang biasa digunakan untuk area jangkauan yang mudah

-jaga keseimbangan dengan satu tangan pada tepi meja atau perabotan yang kokoh.

-jaga kaki tetap terbuka lebar dan satu kaki sedikit didepan

-menekuk lutut bukan menekuk punggung

-kembali bangkit berdiri dengan perlahan.

Berpakaian

-kumpulkan semua pakaian dan simpan disatu tempat terlebih dahulu

-duduk untuk berpakaian

-gunakan alat bantu seperti long handled shoe horn,shock donner, dan button hook.

Pencegahan resiko jatuh

Pernilaian rumah : pasien dengan penyakit parkinson dapat mengurangi dan mencegah resiko jatuh tidak hanya dengan mengikuti perubahan strategi bergerak , tetapi juga  dengan membuat lingkungan rumah mereka aman. Penilaian keamanan rumah oleh profesional kesehatan akan memastikan bahwa perubahan yang tepat yang dibuat untuk mencapai hal ini. Penilaian harus mencakup, tetapi tidak perlu terbatas pada; mengevaluasi penataan masing-masing ruangan, pencahayaan, perabotan, lemari, peralatan, dan manuver dengan atau tanpa alat bantu jalan, semua pintu masuk ke dalam rumah, area parkir dan semua lorong atau tangga. Pasien harus dievaluasi berjalan, transfer dan melakukan aktivitas sehari-hari dirumah di area ini. Setelah semua dilakukan, maka rekomendasi untuk modifikasi rumah dapat dilakukan.

Modifikasi rumah : perubahan sederhana dapat secara bermakna meningkatkan keselamatan pasien. Memberikan pegangan tangan disepanjang lorong dan showers dan dekat dengan toilet serta pintu dapat meningkatkan stabilitas. Memindahkan barang berserakan dan menyingkirkan karpet dapat mencegah tersandung. Menata kembali perabotan sehingga memungkinkan untuk memberi ruang bebas akan meningkatkan kebebasan dalam melakukan manuver, khususnya untuk yang memakai alat bantu. Beberapa modifikasi akan lebih kompleks termasuk melebarkan pintu masuk, menambahkan ramps, dan memodifikasi kamar mandi sehingga memudahkan kursi roda dapat masuk. Alat bantu juga digunakan untuk memodifikasi lingkungan rumah. Menempatkan tempat duduk kecil di dalam kamar mandi selain untuk meningkatkan keselamatan juga untuk membuat pasien mandiri.

Transfer dan bed mobility : dengan progresifitas penyakit maka transfer dan mobilisasi tidur akan mengalami perubahan. Ini mengarah pada bradikinesia, berkurangnya fleksibilitas batang badan, dan kesulitan melakukan aktivits motorik yang berubah-ubah. Mengajar pasien untuk membagi gerakan komplek seperti bed mobility menjadi beberapa langkah sederhana dapat membuat ini menjadi lebih mudah dilakukan. Berikut ini adalah contoh dari teknik penyederhanan tugas :

Bergulir dari terlentang ke samping

  1. Tekuk lutut
  2. Putar kepala dalam satu gerakan langsung
  3. Secara lembut ayunkan lutut dari sisi ke sisi secara bersamaan
  4. Biarkan lutut jatuh bersamaan ke samping sementara raih lengan atas arah untuk bergerak

Petunjuk berikut juga dapat digunakan ;

  1. Hindari sprei dan baju tidur berbahan flannel
  2. Gunakan baju tidur berbahan sutra atau satin
  3. Selipkan sutra yang dilipat atau lembaran satin di tengah tempat tidur di mana bokong akan berbaring
  4. Gunakan lampu tidur
  5. Gunakan bed-rail
  6. Hindari selimut yang berat dan terlalu banyak bantal
  7. Hindari matras dengan pola egg crate
  8. Hindari matras soft
  9. Siapkan secara mental sebelum melakukan teknik bergulir

 

Rigiditas dan fleksibilitas

Rigiditas merupakan salah satu dari karakteristik penyakit parkinson yang secara langsung mempengaruhi gangguan muskuloskeletal dan gangguan pernafasan. Latihan harus berfokus pada pengurangan rigiditas dengan menggunakan latihan secara rutin,latihan peregangan (stretching) dan ROM excercise.Latihan peregangan harus dilakukan perlahan, lembut dan gentle.Pasien difokuskan untuk rotasi pada sendi yang besar , secara khusus sendi bahu yang rentan terhadap nyeri dan kekakuan

Latihan penguatan kadang juga diperlukan untuk membangun otot dan menstabilkan persendian seperti latihan aerobik, berjalan, berenang atau treadmill.

Peregangan leher

Mulailah rutinitas dengan peregangan lembutotot-otot di leher, kepala, dan bahu. ....Download artikel Untuk membaca lebih lanjut


Oleh dr. Andrea Soedibyo Chandra, Sp.KFR


© 2019 RS Panti Wilasa Citarum Semarang. All rights reserved //Dev BjTech V-1.0