Kritik & Saran

Pendaftaran Online

Petunjuk Jalan

Mengenal Faktor X, Penentu Kinerja

Pernahkah kita merenungkan mengapa dua orang yang tingkat pendidikan yang sama, indeks prestasi hampir sama, pekerjaan sama, gaji yang sama, atasan dan lingkungan kerja  sama namun kinerjanya berbeda ? Apa yang membedakan seseorang memiliki kinerja dan kontribusi yang lebih baik dibanding rata-rata anggota organisasi ? Fakta ini, ini menunjukkan bahwa faktor penentu kinerja seseorang tidak semata-mata berhubungan dengan uang, pendidikan, kompetensi, dan sebagainya. Ada faktor lain yang menentukan kinerja seseorang yaitu passion. Kesimpulan ini sesuai dengan hasil survai mendalam yang dilakukan Rene Suhardono dan Tim yang tertuang dalam bukunya Passion 2 Performance.

 

Apakah yang dimaksud Passion itu ?

Passion adalah hasrat yang menggebu atau rasa hati atau rasa cinta  yang kuat yang membuat seseorang mengerjakan tugas pekerjaannya seberat apapun sebagai tantangan bukan beban.   Tanpa diminta pun, seseorang dengan passion yang tinggi akan melakukan apapun demi keberhasilan dan kinerja yang harus dicapainya.  Passion menjadikan seseorang “wants to do more” (memiliki keinginan untuk mengerjakan lebih dari yang diharapkan).  Bagi orang dengan passion tinggi, seberapapun tinggi target atau beratnya masalah, dia akan bersemangat bekerja dan berusaha untuk mencapainya atau menyelesaikannya dengan berbagai ide dan upaya.

Dalam pengembangan diri dan karir, passion memegang peranan sangat penting untuk terus menjaga antusiasme dan senang dalam melakukan pekerjaan. Passion, bukan hanya sebuah pekerjaan di mana seseorang bagus dalam mengerjakan itu, namun lebih dari itu. Dengan passion seseorang akan mengerahkan seluruh ‘cinta’ yang ada dalam dirinya untuk mengerjakan tugas itu. Bekerja tanpa passion, akan membuat seseorang merasa hidup menjadi gersang dan membosankan. Pekerjaan yang dilakukan monoton dan tidak mengasyikkan.

 

Cara menemukanPassion

Menurut Arry Rahmawan, cara paling mudah untuk menemukan passion adalah berani jujur dalam mengenali diri sendiri. Jujur apa yang sebenarnya sangat kita sukai. Sayangnya seringkali seseorang memiliki jalur studi atau jalur profesi berdasarkan opini orang lain. Misal, seorang yang suka sekali musik, namun karena menurut opini orang banyak profesi musikus kurang ngetop dibanding kedokteran, maka dia menutupi passionnya dan memilih jalur sesuai opini orang lain. Ketidakjujuran inilah yang seringkali menghambat seseorang untuk mengetahui apa sebenarnya passion- nya sendiri.

Cara lain, yang mudah dilakukan untuk menemukan passion adalah dengan cara menjawab beberapa pertanyaan ini :

  1. Kegiatan apa yang jika Anda kerjakan, membuat Anda merasa waktu menjadi sangat cepat berlalu ?
  2. Buku/artikel/blog/situs apa yang sebagian besar Anda baca atau miliki ?
  3. Hal apa yang membuat diri Anda bermakna atau menjadi hidup ? Jawaban atas pertanyaan tersebut menggambarkan dimana passion Anda.

 

Passion umumnya memiliki sebuah keluaran yang spesifik dan sedikit mengarah gambaran profesi atau karir. Misalnya, menulis (jadipenulis), membaca (jadi reviewer atau editor), fotografi (menjadi fotografer dan sebagainya. Jika seseorang sudah menemukan passionnya, tidak perlu malu, tidak perlu takut, iri, apalagi dengki jika melihat kesuksesan orang lain. Kenapa? Karena Tuhan sudah menciptakan panggung keberhasilan untuk setiap orang. Setiap orang memiliki kemilau dirinya sendiri. Setiap orang memiliki passion yang unik, dan jadilah diri sendiri dengan mengasah passion untuk menjadi pribadi yang berkilau dan tak ternilai harganya.

 

Bagaimana Manajer Membantu Bawahan mengembangkan Passion ?

Jika seorang karyawan bekerja tidak sesuai passion, apakah dia harus resign/ keluar atau meminta mutasi ke tempat yang sesuai dengan passionnya ? Jika memungkinkan dan ada  formasinya sebenarnya akan lebih baik. Namun dalam prakteknya tidak semudah itu karena formasi pekerjaan dalam organisasi terbatas. Cara lain yang bisa dilakukan oleh seorang manajer atau pimpinan adalah membantu karyawan menumbuhkan passion dalam bidang tugas pekerjaaanya. Passion memang dapat muncul dalam diri seseorang begitu saja namun perlu disadari bahwa passion dapat pula diusahakan dan ditumbuhkan dalam diri seseorang melalui sebuah proses. Sebagai contoh, ada banyak orang menggeluti bidang yang berbeda dari latar belakang pendidikannya atau beralih dari profesi sebelumnya dan dia berhasil di bidang yang berbeda. Melalui proses mencoba, berusaha dan dukungan dari orang lain akhirnya tumbuh passion di dalam hatinya dan hal itu membuatnya berhasil.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan manajer untuk membantu menumbuhkan passion karyawan:

  1. Perlakukan Karyawan dengan istimewa.

Setiap karyawan akan merasa sangat dihargai ketika mereka “dimanusiakan”. Perlakuan istimewa bukan berarti memanjakan mereka dengan menuruti apapun kemauan mereka tetapi tentang bagaimana membuat mereka merasa bagian  “penting” dari organisasi. Perlakukan mereka sebagai orang yang memiliki harga diri, martabat, ide dan perasaan yang harus dijaga dan dihargai.

 

  1. Hargai setiap keberhasilan kecil.

Jangan pernah ragu untuk memberikanpenghargaan atau pujian atas setiap keberhasilan yang dicapai karyawan meskipun keberhasilan kecil. Pujian dapat dilakukan baik dsecara pribadi maupun dihadapan Tim. Hal ini akan membangkitkan rasa percaya dirinya dan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tugas pekerjaanya. Jika memungkinkan berikan reward agarmenjadi sebuah stimulus positifuntuk meningkatkan kinerja kedepannya.

 

  1. Bantu Karyawan menemukan bakat dan keinginan berkembang.

Amati secara sungguh-sungguh  kegiatan dan perilaku setiap karyawan bawahan kita. Lihatlah aspek-aspek positif yang bisa dikembangkan dan secara periodik ajaklah mereka bicara untuk membahas bakat, minat dan keinginannya untuk berkembang. Padukan hal tersebut dengan kepentingan organisasi agar mereka bisa berkontrbusi secara lebih optimal sehinga kepentingan karyawan dan organisasi dapat tercapaisecara optimal.

 

  1. Berikan Trust atauKepercayaan

Untuk menumbuhkan rasa percayadiri karyawan bahwa dia sanggup melakukan tugasnya dan berhasil maka berikan kepercayaan untuk melakukan tugas dan tanggung jawab. Limpahkan sebagai kewenangan maupun untuk mengambil keputusan. Bantu dan dukunglah mereka jika mengalami kesulitan sampai dia berhasil melakukan tugas dan tanggungjawabnya. Jangan mudah menyalahkan dia ketika belum berhasil dalam tugasnya karena hal itu akan melemahkan dan menjauhkan passionnya terhadap pekerjaannya.

 

  1. Tanamkan rasa “bangga terhadap organisasi”.

Hal ini dapat dilakukan dengan sikap konsisten seluruh tingkatan dalam perusahaan dari mulai manajemen sampai kepada Karyawan di level terendah.  Jika sebagai atasan tidak menunjukkan rasa bangga pada organisasi hal ini akan menular kepada mereka. Akibatnya mereka akan bekerja asal-asalan, minimalis dan tidak menghasilkan kinerja yang optimal.

 

Setiap orang membutuhkan dukungan dan motivasi dalam pekerjaannya. Jika seorang manajer berhasil membantu menumbuhkembangkan passion pada setiap karyawan, maka sebenarnya dia sudah membantu karyawan dan organisasi dalam mencapai tujuan.. Betapa luar biasanya jika setiap pemimpin/manajer menyadari hal ini dan berpacu menciptakannya di setiap area kerja atau bagian mereka…karena keberhasilan tidaklah terlalu jauh untuk diraih.

E. HindroCahyono


© 2018 RS Panti Wilasa Citarum Semarang. All rights reserved