Kritik & Saran

Pendaftaran Online

Petunjuk Jalan

Peran MRI dan CT Scan dalam membantu  penanganan penyakit nurologi geriartri.

 

Neurologi Geriatri adalah spesialisasi medis yang mengkhususkan pada diagnosa dan penanganan gangguan neurologis, seperti keseimbangan yang buruk, stroke dan penyakit Parkinson,  penyakit Alzaimer dan penyakit yang lain  yang muncul pada orang dewasa yang umumnya berusia diatas 60 tahun.

Manusia hidup akan mengalami perkembangan pada tubuhnya, dimulai pada saat masih di dalam kandungan, dan kemudian  sesuai dengan bertambahnya  usia akan mengalami kemunduran. Otak mulai tumbuh dan berkembang sejak bayi masih dalam kandungan, tepatnya setelah usia kehamilan 8 minggu. Susunan saraf pusat atau otak merupakan organ yang pertama kali terbentuk. Pada awalnya dimulai dengan pembentukan lempeng saraf, kemudian, lempeng saraf ini menggulung membentuk tabung saraf, lalu, mulailah diproduksi sel-sel saraf.

Pada  minggu kelima kehamilan  mulai terlihat cikal-bakal otak besar di ujung tabung saraf. Selanjutnya, terbentuklah batang otak, otak kecil dan bagian-bagian lainnya. Mulai usia delapan minggu kehamilan, terjadilah produksi sel saraf luar biasa cepatnya, kira-kira mencapai 250 ribu per detik. Pertumbuhan dan perkembangan otak juga berlangsung cepat sekali, kira-kira saat kehamilan berumur 25 minggu hingga anak berusia 2 tahun.

Proses perkembangan otak seseorang, 90% terjadi pada 5 tahun pertama hidupnya.  Otak manusia berkembang hingga usia 18 tahun, setelah itu sel-sel otak hanya mengalami regenerasi. Jika tidak diperhatikan, otak dapat mengalami degenerasi, yaitu penurunan fungsi, dari efek yang paling ringan hingga terberat. Gejala yang mudah dirasakan antara lain adalah sering kehilangan konsentrasi, mudah lupa, kurangnya reflek, dan sebagainya. Dan pada keadaan yang berat akan menyebabkan penyakit penyakit neurologi geriartri seperti yang sudah disebutkan di atas tadi.

 

Peran CT Scan dan MRI dalam pencitraan anatomi otak.

  1. Pemindaian dengan teknologi computerized tomography atau biasa disebut CT scan, muncul pada awal tahun 1970-an. Sejak itu CT scan menjadi alat yang penting untuk pencitraan medis. CT Scan menggabungkan serangkaian pemindaian dengan menggunakan  radiasi sinar –X yang diambil dari berbagai sudut yang berbeda. Kemudian komputer akan memproses sehingga menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak di dalam tubuh yang kemudian akan dievaluasi hasil gambarnya.
  2. Pencitraan resonansi magnetik (Ing. Magnetic Resonance Imaging, MRI) ialah gambaran pencitraan bagian badan yang diambil dengan menggunakan daya magnet yang kuat mengelilingi anggota badan tersebut. Berbeda dengan "CT scan", MRI tidak menggunakan radiasi Sinar-X dan cocok untuk mendeteksi jaringan lunak  dan lebih sensitive untuk mengevaluasi kelainan  dengan lesi yang masih kecil, tetapi pencitraan dengan MRI lebih mahal daripada menggunakan CT scan.

dr. Dwi Puji Laksono, Sp.RAD


© 2018 RS Panti Wilasa Citarum Semarang. All rights reserved