Kritik & Saran

Pendaftaran Online

Petunjuk Jalan

Hernia pada bayi dan anak-anak berbeda cara terjadinya dengan hernia pada orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak, hernia terjadi karena tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada semasa bayi dalam kandungan. Sebelum atau sesudah bayi lahir seharusnya lubang-lubang tersebut menutup, namun pada bayi dan anak yang mengalami hernia, hal ini tidak terjadi.

Hernia pada anak adalah suatu kondisi medis dimana ada jaringan atau struktur atau bagian dari organ yang mencuat keluar atau menonjol melalui jaringan otot atau membrane.

Pada dasarnya, hernia pada bayi dan anak-anak berbeda cara terjadinya dengan hernia pada orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak hernia terjadi karena tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada semasa bayi dalam kandungan. Sebelum atau sesudah bayi lahir seharusnya lubang-lubang tersebut menutup, namun pada bayi dan anak yang mengalami hernia, hal ini tidak terjadi.

 

Jenis Hernia yang paling umum terjadi pada Anak

Hernia dapat terjadi ketika ada bagian dari usus yang menonjol melalui tempat lemah pada otot dinding perut. Sebuah tonjolan yang lunak terlihat di bawah kulit dimana hernia terjadi. Hernia pada bayi adalah kelainan perkembangan embriologik / kelainan bawaan. Hernia dapat berkembang dalam beberapa bulan pertama setelah bayi lahir karena adanya kelemahan di otot dinding perut. Risiko terjadinya hernia meningkat pada bayi yang lahir prematur atau memiliki ayah/ibu yang memiliki hernia sewaktu bayi. Kondisi penyakit umum di kalangan semua kelompok umur. Anak laki-laki lebih rentan terhadap penyakit ini dibandingkan anak perempuan. Sekitar 1 dari 50 anak laki-laki terpengaruh.

Pada anak-anak, hernia biasanya terjadi pada salah satu dari dua tempat:

Ketika janin tumbuh dan berkembang selama kehamilan, ada lubang kecil pada otot dinding perut yang memungkinkan tali pusat menghubungkan ibu ke bayi. Sebelum kelahiran, bukaan pada otot perut itu menutup. Kadang-kadang, bukaan itu tidak menutup sepenuhnya, dan masih ada lubang kecil. Sebuah lekukan usus dapat bergerak ke dalam lubang diantara otot perut itu dan menyebabkan kejadian hernia.

Saat pertumbuhan janin laki-laki di rahim sampai dengan siap dilahirkan, testis berkembang didalam perut dan kemudian bergerak turun ke dalam skrotum ( kantong buah pelir ) melalui daerah yang disebut kanalis inguinalis. Tak lama setelah bayi lahir, kanalis inguinalis akan menutup, mencegah testis berpindah kembali ke dalam perut. Jika daerah atau lubang ini tidak menutup sepenuhnya dengan sempurna, maka sebuah lekukan usus dapat masuk ke dalam kanalis inguinalis melalui tempat lemah di dinding perut bagian bawah, dan menyebabkan hernia. Walaupun anak perempuan tidak memiliki testis, mereka memiliki kanalis inguinalis, sehingga dapat juga menyebabkan terjadinya hernia di daerah itu.

 

Penyebab Hernia pada Anak

Hernia pada anak terjadi sebagai akibat dari faktor-faktor berikut. Penyebabnya antara lain:

  1. Kelemahan Otot atau Jaringan

Ini adalah faktor utama yang menyebabkan hernia. Kelemahan pada jaringan membuat organ-organ didalam perut dan terutama usus untuk menonjol keluar. Jaringan adiposa di perut menonjol keluar dan menyebabkan kejadian hernia.

  1. Cacat Bawaan

Dalam beberapa kasus, kanalis inguinalis tidak dapat menutup dengan benar setelah melahirkan anak karena faktor tertentu. Ini merupakan faktor risiko untuk kejadian hernia.

  1. Faktor Genetik

Hernia umbilikal dapat diturunkan.

 

Gejala dan tanda Hernia pada Anak

Hernia biasanya sudah ada pada saat bayi lahir, tetapi mungkin tidak terlihat selama beberapa minggu atau bulan setelah kelahiran. Ketegangan dan menangis tidak menyebabkan hernia, namun tekanannya pada perut dapat membuat hernia lebih terlihat.

Hernia Inguinalis dan umbilikal masing-masing terlihat sebagai tonjolan atau benjolan di selangkangan atau skrotum dan daerah sekitar pusar. Benjolan mungkin akan lebih terlihat ketika bayi menangis, dan mungkin akan mengecil atau menghilang saat bayi tenang. Dokter anda dapat mendorong tonjolan itu ketika anak berbaring tenang, sehingga membuatnya lebih kecil.

Suatu tindakan pembedahan dengan cara memotong kantong hernia, menutup lubang hernia.

 

Ruang lingkup

Benjolan di daerah inguinal (selangkangan atau lipat paha) dan dinding depan abdomen (perut) yang masih bisa dimasukan kedalam rongga abdomen.

Kadang benjolan tidak bisa dimasukkan ke rongga abdomen dapat disertai tanda-tanda kegawatan seperti muntah, tidak bisa BAB dan kentut, serta nyeri hebat.

 

Indikasi operasi

 

Diagnosis

Hernia dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik oleh dokter anda. Anak anda akan diperiksa untuk menentukan apakah hernianya dapat didorong kembali ke dalam rongga perut atau tidak. Dokter anda dapat meminta rontgen perut atau ultrasonografi untuk memeriksa usus lebih rinci, terutama jika hernia tidak dapat didorong kembali.

Diagnosa banding hernia : Hidrokel, Tumor testis, Orchitis

Pemeriksaan penunjang : USG daerah inguinal

 

Komplikasi operasi

 

Mortalitas

Tergantung keadaan hernia : ireponibilis, strangulate atau inkarserata, dan penyakit penyerta lainnya.

 

Perawatan Pasca Operasi

Paska bedah penderita dirawat dan diobservasi untuk melihat kemungkinan komplikasi pada daerah operasi.

 

Follow-Up

Pasien disarankan tidak berolah raga berat atau mengangkat benda berat selama 6 – 8 minggu untuk mencegah rekurensi / kekambuhan.

Bersin, batuk dan menangis bisa meningkatkan tekanan di daerah perut dan membuat gejala hernia memburuk. Komplikasi utama yang terkait dengan hernia yang dapat merusak beberapa organ.

Carilah seorang dokter ahli bedah jika anda mengamati anak anda mengalami salah satu gejala hernia. Berkonsultasilah dengan dokter bedah segera, setelah anda melihat benjolan di daerah perut. Risiko hernia berkembang lebih pada anak-anak di bawah usia. Diagnosis ahli bedah dengan melakukan beberapa pemeriksaan. Dokter bedah dapat meminta anak untuk batuk atau mengejan untuk membuat hernia lebih jelas.

 

Bahaya Hernia

Sesekali lekukan usus yang menonjol melalui hernia dapat terjepit dan tidak bisa didorong kembali dengan lembut ke rongga perut. Ketika ini terjadi, bagian dari usus itu dapat kehilangan suplai darah dan rusak. Pasokan darah yang baik diperlukan agar usus sehat dan berfungsi dengan baik. Gejala yang dapat terlihat ketika hal itu terjadi antara lain :

 

Lebih dari dua pertiga hernia terjepit terjadi pada anak berusia kurang dari satu tahun. Gejala hernia terjepit mungkin mirip kondisi atau masalah medis lain. Selalu konsultasikan dengan dokter anda untuk diagnosis. (*)

dr. Bayu Anyar Susetio, SpB


© 2019 RS Panti Wilasa Citarum Semarang. All rights reserved //Dev BjTech V-1.0